Ustadz Menjawab
Jadwal Shalat
Kota : Jakarta
Kamis, 19 April 2018
Al-Hamis, 4 Sya'ban 1439
Imsak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB
Agenda
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 29/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Drs. H. Mahfud Shodar, M.Ag
    Khutbah :
    Evaluasi Diri di Tahun Masehi
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 22/12/2017
    Jam :
    11:40 WIB
    Khatib :
    Drs.KH. Ilhamullah Sumarkan, MAg
    Khutbah :
    Konsep Membuka Pintu Keberkahan Keluarga
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 15/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Prof. Dr. H.M. Abdul Haris, MA
    Khutbah :
    Jalan Menuju Ma'rifat Billah
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 08/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    KH. Abdurrahman Nafis, Lc
    Khutbah :
    Tanda Tanda diterimanya Suatu Amal Ibadah
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 01/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Prof Dr.H. Ahmad Faishol Haq, M.Ag
    Khutbah :
    Hakekat Bersholawat
    Imam :
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Sunda Kelapa
    Hari, Tanggal :
    Senin, 30/04/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    Dr. H. Zahruddin Sulthani
    Tema :
    Tafsir Senin
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 27/04/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    H. Memed Sururi
    Tema :
    Tafsir
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Rabu, 25/04/2018
    Jam :
    10:00 WIB
    Nara Sumber :
    Prof. Mukhtarudin Nasyim
    Tema :
    Taklim Rabu
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Senin, 23/04/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    Dr. H. Zahruddin Sulthani
    Tema :
    Tafsir Senin
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 20/04/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    H. Memed Sururi
    Tema :
    Tafsir
Qur'an
Player

JUZ

Kiprah dan Da'wah

Masjid Puro Pakualam
puro

Masjid Puro Pakualam berlokasi di Kauman Kecamatan Pakualam Kota Yogyakarta, dua km ke arah timur laut dari keraton Yogyakarta. Masjid ini Luasnya 144M2, dan mempunyai 4 serambi seluas 238 M2.

Keberadaan masjid ini tidak lepas dari instruksi BRM Surjadi atau Sri Paku Alam I (Putra Sri Sultan Hamengku Buwono I) kepada KRT Natadiningrat atu Sri Paku Alam 2. Atas Dasar Titah itu Seusai Perang Diponegoro, Sri Paduka Paku Alam II pada tahun 1831 mendirikan Masjid yang terletak di sudut barat daya Puro Paku Alam. Pendirian masjid ditandai dengan adanya batu tulis yang kini masih dapat dibaca pada dinding serambi masjid.

etika Pangeran Natakusuma alias Paku Alam I wafat tahun 1829, ia diganti oleh Sri Paku Alam II. Selanjutnya Sri Paku Alam II berkuasa sebagi adipati merdeka di kadipaten Paku Alam dan Kadipaten Karang Kemuning.

Pada tanggal 28 April 1931, Belanda mengadakan perjanjian kepada Sri Paku Alam II tentang wilayah kekuasaanya menggantikan Sri Paku Alam I pada tanah seluas 4000 cacah. Sesuai dengan perjanjian politik tanggal 17 Maret 1831, kekuasaanya meliputi Kadipaten Paku Alam dan Adikarto. Sebelum menjadi adipati , KRT Natadiningrat dan sang ayah (Paku Alam I) menjadi tawanan Deandles atas kehendak Sri Sultan Hamengku II.

KRT NataDiningrat naik Tahta pada tanggal 4 Januari 1830 dan wafat pada tanggal 13 juli 1885 dimakamkan di Pesarean Hastana Kotagede Yogyakarta.

KPH Suryaningrat dikenal sebagai seorang seniman ulung. Setelah perang Diponegoro, Paku Alam menghasilkan banyak karya seni. Bahkan ia mengenalkan seni musik dan drama terbuka di Kraton dan masyarakat Yogyakarta.

Disamping mendirikan dan memimpin jamah masjid Puro Paku Alam, GKP Paku Alam II, juga menulis satra Serat Baratayudha dan Serat DewaRuci yang berisi penjabaran dua kalimat syahadat dan sifat Allah yang dua puluh.

Sri Paduka Paku Alam II menitahkan "Barang siapa masuk Puro Masjid Paku Alam, saya mengharap dengan sangat agar membasuh diri atau bersuci hingga bersih, juga agar turut menjaga kebersihan dengan menyapu serambi masjid dan halamanya".

Proses pembangunan masjid Puro Paku Alam ditandai dengan adanya empat prasasti, 2 prasasti ditulis dalam huruf arab dan 2 prasasti dalam huruf jawa.

Letak Prasasti semula tidak diketahui dengan pasti, namun setelah masjid mengalami renovasi, keempat prasati itu diletakkan di dinding serambi depan. Prasasti berhuruf Jawa pada dinding utara dan selatan mengapit dua prasasti berhuruf arab.


sumber : 
http://agro-online.blogspot.com
http://sigmasjid.net78.net