Ustadz Menjawab
Jadwal Shalat
Kota : Jakarta
Sabtu, 23 Juni 2018
As-Sabt, 10 Syawal 1439
Imsak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB
Agenda
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 29/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Drs. H. Mahfud Shodar, M.Ag
    Khutbah :
    Evaluasi Diri di Tahun Masehi
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 22/12/2017
    Jam :
    11:40 WIB
    Khatib :
    Drs.KH. Ilhamullah Sumarkan, MAg
    Khutbah :
    Konsep Membuka Pintu Keberkahan Keluarga
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 15/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Prof. Dr. H.M. Abdul Haris, MA
    Khutbah :
    Jalan Menuju Ma'rifat Billah
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 08/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    KH. Abdurrahman Nafis, Lc
    Khutbah :
    Tanda Tanda diterimanya Suatu Amal Ibadah
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 01/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Prof Dr.H. Ahmad Faishol Haq, M.Ag
    Khutbah :
    Hakekat Bersholawat
    Imam :
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Rabu, 04/07/2018
    Jam :
    10:00 WIB
    Nara Sumber :
    Prof. Mukhtarudin Nasyima
    Tema :
    Taklim Rabu
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Senin, 02/07/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    Dr. H. Zahruddin Sulthani
    Tema :
    Tafsir Senin
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 29/06/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    H. Memed Sururi
    Tema :
    Tafsir
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Rabu, 27/06/2018
    Jam :
    10:00 WIB
    Nara Sumber :
    Prof. Mukhtarudin Nasyima
    Tema :
    Taklim Rabu
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Senin, 25/06/2018
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    Dr. H. Zahruddin Sulthani
    Tema :
    Tafsir Senin
Qur'an
Player

JUZ

News Update

Penduduk Pakistan Wajib Sebut Agama di KTP
pakistan

Pengadilan Tinggi Islamabad mengeluarkan peraturan yang intinya mewajibkan setiap penduduk menyebut agamanya dalam kartu identitas atau dokumen resmi lain dan kartu tanda penduduk.

Kantor Berita Reuters mengabarkan, keputusan yang ditetapkan Jumat (9/3/2018) mengundang protes kelompok pembela HAM. Maklum, keputusan Pengadilan Tinggi Islamabad dimaksudkan untuk menekan komunitas Ahmadi yang dilarang menyebut dirinya sebagai warga Muslim. Bahkan mereka dilarang menggunakan simbol-simbol Islam untuk melakukan ibadah. Pelanggaran atas keputusan itu akan diancam hukuman penghinaan agama.

Pengadilan Tinggi Islamabad juga mengancam warganya yang mengaku-ngaku beragama Islam bakal dianggap berkhianat pada negara. "Pemerintah Pakistan mengambil langkah yang dapat mengenali penduduknya," kata Hakim Shaukat Aziz Siddiqui. "Sehingga setiap penduduk tak mungkin lagi menyembunyikan identitas masing-masing," lanjutnya.

Keputusan itu diprotes keras oleh organsasi HAM di Pakistan. "Hakim tidak hanya menyerang kebebasan beragama di Pakistan, tetapi juga memang menyasar pada komunitas tertentu, seperti Ahmadi. Keputusan seperti ini akan meletupkan aksi kekerasan," kata Saroop Ijaz, perwakilan HAM Pakistan.

Komunitas Ahmadi menjadi sasaran aksi kekerasan dan penyerangan sejak UU Pakistan menyebutkan komunitas itu sebagai sekte non-Muslim pada 1974. Mereka yang jumlahnya 3% dari 208 juta penduduk Pakistan itu dianggap menghujat Islam oleh Partai Tehreek-e-Labaik, kelompok politik ultra-agama Pakistan.

Keputusan Pengadilan Tinggi Pakistan itu lahir setelah Partai Tehreek-e-Labaik itu memprotes kata-kata dalam hukum pemilu. Dalam amandemen peraturan pemilu itu, sumpah jabatan yang dilakukan menurut agama Islam, diganti dengan sebuah deklarasi biasa.

Penggantian ini diprotes partai tersebut karena dianggap melakukan hujatan terhadap agama Islam. Tehreek-e-Labaik menuntut agar sumpah jabatan itu dikembalikan seperti semula. Tuntutan itu dipenuhi Pemerintah Pakistan, dan Pengadilan Tinggi Pakistan memberlakukan pencantuman nama agama dalam kartu identitas untuk mengenali mereka yang dianggap bukan Muslim.

Sumber: Inilah
Diakses 12 Maret 2018