Ustadz Menjawab
Jadwal Shalat
Kota : Jakarta
Jumat, 24 November 2017
Al-Jum'a, 6 Rabi'ul Awal 1439
Imsak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB
Agenda
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 22/12/2017
    Jam :
    11:40 WIB
    Khatib :
    Drs.KH. Ilhamullah Sumarkan, MAg
    Khutbah :
    Konsep Membuka Pintu Keberkahan Keluarga
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 15/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Prof. Dr. H.M. Abdul Haris, MA
    Khutbah :
    Jalan Menuju Ma'rifat Billah
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 08/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    KH. Abdurrahman Nafis, Lc
    Khutbah :
    Tanda Tanda diterimanya Suatu Amal Ibadah
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 01/12/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Prof Dr.H. Ahmad Faishol Haq, M.Ag
    Khutbah :
    Hakekat Bersholawat
    Imam :
  • Agenda Jum'at
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 24/11/2017
    Jam :
    11:30 WIB
    Khatib :
    Dr.H.Abd.Salam Nawawi,M.Ag
    Khutbah :
    Benarkah Perbedaan Membawa Rahmat
    Imam :
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Rabu, 29/11/2017
    Jam :
    10:00 WIB
    Nara Sumber :
    Prof. Mukhtarudin Nasyim
    Tema :
    Taklim Rabu Pagi
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Senin, 27/11/2017
    Jam :
    09:00 WIB
    Nara Sumber :
    Dr. H. Zahruddin Sulthani
    Tema :
    Tafsir Senin
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Jum'at, 24/11/2017
    Jam :
    08:00 WIB
    Nara Sumber :
    H. Memed Sururi
    Tema :
    Tafsir Jum'at Pagi
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Al-Akbar Surabaya
    Hari, Tanggal :
    Rabu, 22/11/2017
    Jam :
    10:00 WIB
    Nara Sumber :
    Prof. Mukhtarudin Nasyim
    Tema :
    Taklim Rabu Pagi
  • Agenda Pengajian
    Masjid :
    Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran
    Hari, Tanggal :
    Senin, 20/11/2017
    Jam :
    09:00 WIB
    Nara Sumber :
    Dr. H. Zahruddin Sulthani
    Tema :
    Tafsir Senin
Qur'an
Player

JUZ

Index Al-Qur'an

» Hukum Privat

    Zhihar (menyerupakan isteri dengan ibunya)
      Anak-anak
        Perkawinan
        • Perintah nikah
          4:3, 24:32, 30:21,
        • Perkawinan merupakan sunnahnya para rasul
          13:38,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Haram menikahi isteri-isteri Nabi
          33:6, 33:53,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Wanita-wanita yang diharamkan mengawininya karena nasab -> Yang diharamkan atas wanita karena nasab
          4:23,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Wanita-wanita yang diharamkan mengawininya karena nasab -> Menghimpun dua saudara (kakak-beradik)
          4:23,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Wanita yang diharamkan kawin karena satu susuan
          4:23,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Wanita yang diharamkan kawin karena akad nikah -> Yang diharamkan atas wanita sebab pernikahan
          4:23,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Wanita yang diharamkan kawin karena akad nikah -> Haram menikahi anak tiri
          4:23,
        • Wanita-wanita yang diharamkan menikahinya -> Wanita yang diharamkan kawin karena akad nikah -> Haram menikahi ibu tiri
          4:22,
        • Kawin lebih dari empat -> Nabi kawin lebih dari empat
          33:50,
        • Menikahi selain wanita muslimah -> Kawin dengan perempuan ahli kitab
          5:5,
        • Menikahi selain wanita muslimah -> Kawin dengan perempuan musyrik
          2:221, 60:10,
        • Menikahi selain wanita muslimah -> Kawin dengan perempuan kafir yang memeluk Islam
          2:221,
        • Muhrim -> Muhrim perempuan
          24:31, 33:55,
        • Muhrim -> Muhrim melihat perhiasan wanita
          33:55,
        • Kawin dengan wanita yang sedang dalam masa ‘iddah
          2:235,
        • Kawin dengan wanita yang bersuami
          4:24, 4:25,
        • Pertunangan -> Disyariatkannya pertunangan
          2:235,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Kebebasan memilih wanita
          2:240,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Cara terbaik memilih wanita
          4:25, 24:3, 25:74,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Hukum menikahi perawan
          66:5,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Hukum menikahi janda
          66:5,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Hukum menikahi penzina
          24:3,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Memilih wanita yang shaleh
          4:34, 24:26, 25:74, 66:5,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Hukum menikahi hamba wanita
          4:25, 24:32,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Melihat wanita
          24:30,
        • Apa yang dibolehkan bagi pihak laki-laki -> Memilih wanita -> Hukum wanita melihat laki-laki
          24:31,
        • Memperlihatkan wanita kepada peminang
          28:27,
        • Hukum nikah
          24:32,
        • Hukum nikah muhallil
          2:230,
        • Akad nikah -> Syarat-syarat akad nikah -> Perwalian dalam akad nikah -> Syarat adanya wali dalam akad nikah
          2:232,
        • Akad nikah -> Syarat-syarat akad nikah -> Perwalian dalam akad nikah -> Wali kafir atas wanita muslimah
          60:10,
        • Akad nikah -> Syarat-syarat akad nikah -> Perwalian dalam akad nikah -> Wali kafir atas wanita muslimah
          60:10,
        • Akad nikah -> Syarat-syarat akad nikah -> Perwalian dalam akad nikah -> Menolaknya wali
          2:232, 4:127,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Perkawinan tanpa mahar
          4:4, 4:20, 4:21, 4:24, 4:25, 5:5, 60:10,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Batas mahar
          2:236, 4:4,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Sederhana dalam menetapkan mahar
          4:20,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Pembebasan suami dari mahar
          4:25,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Menahan mahar dari isteri
          2:237, 4:4,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Yang boleh dijadikan mahar
          2:229, 4:4, 4:20, 4:21,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Menjadikan manfaat sebagai mahar
          28:27,
        • Akad nikah -> Syarat adanya mahar (mas kawin) dalam nikah -> Mahar merupakan hak isteri -> Sebab wajibnya mahar
          4:21, 4:24,
        • Kewajiban suami isteri -> Kewajiban isteri terhadap suami -> Ketaatan isteri kepada suami
          4:34,
        • Kewajiban suami isteri -> Kedurhakaan isteri -> Cara bergaul dengan isteri yang durhaka
          4:34,
        • Kewajiban suami isteri -> Kedurhakaan isteri -> Memperbaiki hubungan antara suami dan isteri yang durhaka
          4:35,
        • Kewajiban suami isteri -> Menjaga kehormatan suami dan rumahnya -> Isteri menjaga rumah suaminya
          4:34,
        • Kewajiban suami isteri -> Menjaga kehormatan suami dan rumahnya -> Menjaga harta suami
          4:34,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Berlemah-lembut dengan isteri
          4:19, 4:34, 65:6,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Ukuran nafkah keluarga
          2:233, 65:6, 65:7,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Pergaulan -> Pergaulan baik
          2:228, 2:229, 2:231, 4:19, 65:2,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Pergaulan -> Lebih condong kepada salah satu sebagian isteri-isteri
          4:129,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Pergaulan -> Etika bersetubuh
          2:222, 2:223,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Pergaulan -> Tabiat wanita dan akhlaknya
          12:28, 12:30, 12:50, 43:18, 51:29,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Pergaulan -> Menyetubuhi wanita yang sedang haid
          2:222,
        • Kewajiban suami terhadap isteri -> Memberi nafkah isteri -> Pergaulan -> Bersetubuh dengan hamba
          4:3, 4:24, 23:6, 33:50, 33:52, 70:30,
        • Kewajiban bersama (suami-isteri) -> Kesetiaaan
          4:129, 7:199,
        • Poligami -> Etika berpoligami -> Kewajiban mengatur giliran di antara isteri-isteri
          4:128, 4:129, 33:51,
        • Poligami -> Etika berpoligami -> Berlaku sama terhadap semua isteri
          4:3, 4:129,
        • Keakuran di antara isteri-isteri
          66:4,
        • Wanita sebagai fitnah (cobaan)
          3:14,
          Perceraian
          • Talak -> Mendamaikan di antara suami isteri -> Kebencian suami kepada isterinya
            4:128,
          • Talak -> Mendamaikan di antara suami isteri -> Menasihati isteri
            4:34,
          • Talak -> Mendamaikan di antara suami isteri -> Menjauhi isteri
            4:34,
          • Talak -> Mendamaikan di antara suami isteri -> Memukul isteri
            4:34,
          • Talak -> Mendamaikan di antara suami isteri -> Dua orang hakim pada satu pertengkaran
            4:35,
          • Talak -> Hukum talak -> Disyariatkannya talak
            2:227, 2:229, 2:230, 2:232, 2:236, 4:130, 33:49,
          • Talak -> Bagian-bagian talak -> Talak sunnah (yang sesuai dengan sunnah)
            65:1,
          • Talak -> Bagian-bagian talak -> Talak bid’ah (yang tidak sesuai dengan sunnah)
            65:1,
          • Talak -> Bagian-bagian talak -> Talak tiga
            2:229,
          • Talak -> Lafaz-lafaz talak -> Kebebasan memilih isteri
            33:28, 33:29,
          • Talak -> Rujuk (kembali) -> Talak yang boleh kembali
            2:228, 2:229, 2:231, 65:2,
          • Talak -> Rujuk (kembali) -> Talak bain (yang tidak boleh kembali) -> Talak bain bainunah kubra
            2:230,
          • Talak -> Rujuk (kembali) -> Talak bain (yang tidak boleh kembali) -> Talak sebelum dukhul (digauli)
            2:236, 2:237, 33:49,
          • Talak -> Khulu’ (tebusan talak) -> Menzalimi isteri
            2:229, 2:231, 4:19, 65:6, 2:229,
          • Li’an (menuduh isteri berbuat zina) -> Hukum li’an
            24:6,
          • Li’an (menuduh isteri berbuat zina) -> Cara-cara li’an
            24:6, 24:7, 24:8, 24:9,
          • Islamnya salah seorang dari suami isteri
            60:10, 60:11,
          • Ilaa (sumpah suami untuk tidak menggauli isterinya)
            2:226,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Ayat-ayat ‘iddah
            2:228, 65:4,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah wanita yang tidak haid
            65:4,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah wanita hamil
            65:4,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah anak-anak
            65:4,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Masa ‘iddah cerai mati
            2:234,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Tempat ‘iddah cerai mati
            2:240,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Iddah wanita yang sudah digauli
            2:228,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Iddah wanita yang belum digauli
            33:49,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Tempat ‘iddah
            65:1, 65:6,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Berhias setelah ‘iddah
            2:234,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Iddah cerai mati -> Merujuk isteri setelah ‘iddah
            2:230,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Nafkah selama masa ‘iddah -> Nafkah wanita yang sedang menjalani masa ‘iddah
            2:233, 65:6, 65:7,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Nafkah selama masa ‘iddah -> Tempat tinggal wanita yang sedang menjalani masa ‘iddah
            2:240, 65:1, 65:6,
          • Akibat-akibat perceraian -> Iddah (masa setelah cerai) -> Nafkah selama masa ‘iddah -> Mut’ah (biaya) untuk isteri yang dicerai
            2:236, 2:237, 2:241, 33:49,
            Warisan
            • Warisan di awal Islam
              2:180, 4:7, 8:72,
            • Kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan warisan
              4:11, 4:12,
            • Sebab-sebab terjadinya pewarisan -> Pewarisan karena hubungan kerabat
              4:11, 4:176, 8:75,
            • Sebab-sebab terjadinya pewarisan -> Pewarisan karena hubungan perkawinan
              4:12,
            • Sebab-sebab terjadinya pewarisan -> Pewarisan karena hubungan wala’
              4:33,
            • Bagian-bagian warisan -> Warisan karena sumpah setia
              4:33,
            • Ashobah (sisa) -> Ashobah dari jalur anak
              4:11,
            • Ashobah (sisa) -> Ashobah dari jalur saudara
              4:176,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Warisan anak
              4:11,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Bagian ayah
              4:11,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Bagian ibu
              4:11,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Bagian anak wanita
              4:11,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Bagian suami
              4:12,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Bagian isteri
              4:12,
            • Faraidh (bagian tetap) -> Bagian saudara wanita
              4:176,
            • Waris kalalah (mayit tidak meninggalkan anak atau orang tua)
              4:12, 4:176,
            • Memberi sebagian warisan kepada selain ahli waris
              4:8,